Ini Motif Abang Kandung Yang Tega Siksa Adik Kandungnya Sendiri
Ini Motif Abang Kandung Yang Tega Siksa Adik Kandungnya Sendiri
Dalam video berdurasi 46 detik tersebut, terlihat seorang laki-laki menyeret wanita di jalan aspal.
Pada keterangan video, Putri menyebutkan bahwa video tersebut mengenai seorang abang sadis terhadap adiknya. Sambil merekam, Putri menangis tersedu-sedu.
Pada keterangan video pula, tertulis Tigabaru/Sikoning, nama di antara kawasan/desa di Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi.
"Kenapa kalian terima dia, enggak terdapat permisi kalian," ucap pria dalam video tersebut.
"Dibilang 'tulang' tadi. Enggak aku yang bilang," jawab Putri.
Hingga berita ini dikirim, video yang diberikan Putri Hasibuan ini telah diberikan kembali oleh warganet sejumlah 166 kali, serta telah disaksikan sebanyak 103 ribu kali.
Sementara, postingannya sendiri, sudah diberikan lebih 1.600 kali, dengan lebih 2.200 komentar.
Kapospol Tigabaru, Aiptu Muara Sihombing, memediasi kasus penganiayaan abang kandung terhadap adik kandung di Tigabaru, Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi, Kamis (3/10/2019) siang.
Berikut Postingan Lengkap Putri Hasibuan.
"Seorang Abng sadis terhadap adiknya.
Adikk ini usia 18 tahun.....
Adeknya di pukkuli,di tampari,di tunjang, dan di seret"di lokasi tinggal kami.
Adekknya melulu minta kembali aja ke lokasi ortunya tetapi siabang gk ngizinin.
Adekknya maksa mesti pulang tetapi abng nya tetap gk mau!jadi adekni dtng ke rumh inginkan mintol supaya cepat"ortunya ngirim duit biar terdapat ongkosnya kembali ke p.baru!
Tiba"abng nya tau adekk ni di lokasi tinggal ku,dan abng nya juga gk segan"masuk ke lokasi tinggal ku.
Sambil membawa kayu semacam bambu guna memukul adeknya iini,stlah tau adekni abngnya dtng,adekni pun inginkan lari sebenarnya gk dapat lagi.abang nya langsung memukul li,menampari,
Aku juga terkejut dan takut,bpakku pas di kamar,stelah bapakku dengar adekki nangis"
Bapakku juga kluar dri kmr,dan bpa ku juga bilng ama abng ini,jangan kau menganiaya adekkmu,kau pun dapat ku lapor !
Trus abang ini jawp bapa...
Diam kau amang gk hal mu ini ?
Mau ku matikan juga adekku sukaku hak ku nya ini, urusanmulah,urusih.jadi bpa juga bilang klw inginkan kau siksa adekmu siksalah di rumahmu,jangan di lokasi tinggal kami,nanti knp"adekmu kami yg kena,karna adekmu kau sikksa di rumh kmi.
Trus adeknya di paksa abngnya pulang,adeknya gk mau,sangking ganasnya abng ini,di seret"lah adekk ini sampe ke rumahnya,sambil di tunjangin.
Kejadian tdi senja jam 5 hari rabu
Kap.Dairi(tiga baru/sikoning)"
Kapolsek Sumbul Membenarkan
Kapolsek Sumbul, AKP Rahman Siregar mengatakan, permasalahan tersebut telah ditangani pihaknya. TKP, kata Rahman, benar terdapat di Tigabaru, Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi.
Personel Bhabinkamtibmas setempat, lanjutnya, sudah menyambangi lokasi tinggal abang-adik itu guna memediasi.
"Laporan belum ada. Kalau mediasi, sudah. Mereka abang beradik.," ujar Rahman via seluler untuk Tribun Medan, Kamis (3/10/2019) siang.
Rahman mengatakan, pihaknya sedang menantikan kedatangan orangtua dari abang-adik itu dari Pekanbaru, Provinsi Riau, untuk pemungutan tindakan lebih lanjut
Disinggung soal latar belakang dan kronologis kejadian, Rahman mengatakan urusan tersebut belum didalami.
"Sementara, sebab si abang marah terhadap adiknya. Marahnya kenapa? Belum tahu. Soalnya, urusan tersebut belum anda dalami. Itu masalah internal keluarga. Kita baru dapat dalami bila ada laporan," ujar Rahman mengakhiri.
Sementara itu, Kapospol Tigabaru, Aiptu Muara Sihombing yang dihubungi Tribun Medan setelahnya mengungkapkan, sang abang mempunyai nama Edison Hutahaean (26), sementara sang adik berinisial RH (18).
Dikatakan Muara, Putri Hasibuan merupakan teman dekat RH. Saat dimediasi, RH tidak inginkan bicara tidak sedikit soal penyebab ia muak untuk abangnya dan hendak cepat-cepat pulang ke lokasi tinggal orangtuanya di Riau.
Kepada petugas, Edison Hutahaean menyatakan tega menganiaya adiknya sebab marah, adiknya belum permisi padanya.
RH, yang melulu sempat mengenyam edukasi sampai bangku SMP saja ini, lanjut Muara, sudah diselamatkan hingga orangtua mereka datang.
"Kita amankan, sebab dia (RH-red) fobia dan kita pun khawatir akan dipukuli lagi sama abangnya. Orangtua mereka informasinya sudah mendarat di Medan dan ketika ini sedang dalam perjalanan mengarah ke sini," ungkap Muara.




