LUDOQQ BandarQ | Agen BandarQ | BandarQQ | Domino 99 | DominoQQ

Situs Bandar Judi BandarQ dan Domino99 Online

LudoQQ

Friday, October 4, 2019

Ayah Korban Tertipu Dengan Korban Yang Mengaku Sebagai Tukan Ojek, Selengkapnya


Ayah Korban Tertipu Dengan Korban Yang Mengaku Sebagai Tukan Ojek, Selengkapnya

Ayah Korban Tertipu Dengan Korban Yang Mengaku Sebagai Tukan Ojek, Selengkapnya

pokerrepublik - Pelaku rudapaksa siswi SMP berinisial ES punya akal-akalan guna menipu ayah dari korban.

Awalnya, korban dirudapaksa di lokasi tinggal kosong, Garut.

ES dirudapaksa secara bergiliran oleh empat orang.

Pelaku berinisial UJ (44), IL (18), MU (21), dan

Setelah dirudapaksa, ES diantar pulang memakai motor oleh UJ dan IL.

Kasatreskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng menuliskan UJ dan IL berniat memulangkan korban ke Kecamatan Pameungpeuk.

Namun, di tengah jalan terjadi urusan di luar dugaan.

UJ dan IL malah bertemu ayah korban.

Mereka berdusta kepada ayah korban dan menyatakan sebagai tukang ojek.

"Kedua pelaku menyatakan sebagai ojek dan memberikan korban di jalan untuk ayahnya," ucapnya, Kamis (3/10/2019).

Namun, ayah korban tak tertipu.

Ia merasa ada urusan janggal dari gelagat kedua orang tersebut.

Karena mencurigakan, orangtua korban langsung melapor ke Polsek Pameungpek.

Sebelum diperkosa, ES dijemput oleh SJ dan A.

SJ dan A ialah teman sekolah ES.

Mereka pergi ke lokasi tinggal kosong guna kumpul seraya minum-minuman keras.

Di lokasi tinggal tersebut sebetulnya ada enam orang.

Empat adalahpelaku rudapaksa.

Lalu, terdapat dua orang lainnya yang adalahanak wanita berinisial SJ dan A.

"Jadi anak perempuannya terdapat tiga ketika itu. Tapi yang jadi korban melulu satu. Intinya anak di bawah umur, tiga laki dan tiga perempuan, terdapat yang minum dan tidak," katanya.

Di lokasi tinggal kosong itu, korban dicekoki minuman keras.

Ketika korban telah mabuk, empat orang menyetubuhi korban secara bergiliran.

"Aksi persetubuhan dilaksanakan pelaku terhadap siswi SMP berinisial ES terjadi pada Senin (30/9/2019) selama pukul 20.00," kata Maradona.

Pelaku rudapaksa tersebut adalahwarga Cisompet, Garut.

Kini, permasalahan rudapakasa ES dicurahkan ke Polres Garut.

Empat orang telah diputuskan sebagai tersangka.

Mereka ialah UJ, IL, MU, dan BA.
Tersangka BA adalahpelaku yang masih di bawah umur.

"Kemarin terdapat enam orang. Tiga orang dewasa jadi terduga semua. Bagi anak di bawah umur melulu BA saja. Yang dua enggak ikut menyetubuhi. Tapi terdapat di lokasi," ucap Maradona, Kamis (3/10/2019).

Hasil visum korban belum diterima.

Namun, menurut penjelasan saksi dan pelaku, mereka mengakui telah mengerjakan rudapaksa.

Menurut penjelasan korban, ia dipaksa guna menenggak minuman keras.

Namun semua pelaku menyangkal telah memaksa korban guna minum.

"Itu direncanakan. TKP kan lokasi tinggal kosong. Kalau terdapat tiga dewasa dan anak di bawah umur tersebut kan tidak barangkali tanpa janjian," ujarnya.

Saat ini korban sudah dipulangkan ke lokasi tinggal orang tuanya sesudah diperiksa. Pihaknya pun meminta penjelasan empat saksi.

"Empat saksi tersebut dua lelaki dan wanita yang masih di bawah umur. Bagi empat tersangka telah ditahan," ujarnya.

Terkait pendampingan untuk korban, Maradona menyinggung belum dilakukan. Pihak P2TP2A seringkali membiarkan dulu proses pengecekan berjalan.

"Setelah berlalu baru dilaksanakan penanganan. Mulai dari trauma healing dan lainnya," katanya.

Saat diperkosa, lanjutnya, korban telah mabuk berat sampai-sampai tak dapat melawan.

Para pelaku diancama pasal 76 D junto pasal 81 dan atau pasal 76 E junto pasal 82 Undang-undang nomor 35 Tahun 2014 mengenai perlindungan anak.